15 September 2008

Sakit Campak!!

Udah lebih dari seminggu gw gak posting apa2 karena gw sakit campak sejak Rabu (10/9) yang lalu. Banyak juga yang gak sangka kok udah setua gini masih bisa kena campak. Padahal dulu gw sendiri ngerasa bahwa udah pernah kena campak pas umur 5 tahun. Tapi setelah gw cari2 info di web ternyata yang dulu itu adalah Rubella atau campak Jerman. Yang kali ini adalah campak biasa atau Rubeola (nah lho namanya mirip juga yah). Efeknya sih katanya hampir sama yaitu bercak2 merah di kulit. Bedanya adalah kalau di Rubella kulit kita tidak terlalu gatal/sakit, kalau Rubeola lebih gatal & bisa sakit. Demam di Rubella juga tidak tinggi (paling di bawah 38 Celcius), kalau di Rubeola bisa sampai 40 Celcius! Selain itu juga di Rubella bintik2-nya cuma sekitar 3-4 hari, sedangkan di Rubeola bisa sampai seminggu lebih.

Kronologis kejadiannya sbb:

  • Selasa (9/9): Pulang kantor dalam keadaan agak teler karena mulai demam dan rasanya kayak masuk angin. Malemnya minta dikerokin ama istri, after that agak mendingan dikit deh.
  • Rabu (10/9): Pagi mulai demam lagi, langsung tahan pakai Panadol. Sore mulai keluar bintik2 merah di muka ama leher. Malam periksa ke dokter sekalian cek darah (takutnya kena DBD), dokter bilang mungkin campak Jerman.
  • Kamis (11/9): Semua bintik2 merah turun & nyebar ke badan (tangan & kaki belum). Malam sempet demam sampai 38 Celcius.
  • Jumat (12/9): Hari yang paling menderita. Semua sendi rasanya mau copot, kulit kalau tergores rasanya sakit (tiduran pun serba salah, mau hadap kiri kanan sakit semua), dan badan rasanya gatal2 (lagi2 kalau digaruk jadi sakit juga). Di malam hari gw cuma tidur 3 jam karena panas sampai hampir 39 Celcius (itupun udah gw tahan pake Panadol 2 butir).
  • Sabtu (13/9): Hari ini agak mendingan karena bintik2-nya mulai turun ke tangan dan kaki. Demam juga udah turun dari 38 Celcius. Gatal sih tetep sama aja.
  • Minggu (14/9): Much better!!! Bintiknya tinggal di lengan sama paha ke bawah. Udah gak demam lagi. Gatal masih ada tapi udah nggak separah kemaren2.
  • Senin (15/9): Tinggal telapak tangan & tapak kaki aja. Temperatur dah balik normal. Gatal2 hampir hilang. Yang rese sekarang justru sakit tenggorokan & bibir pecah2 karena beberapa hari yang lalu panas dalam.
If all goes well, mungkin gw hari Rabu baru masuk kantor. Kalau dibaca di Internet sih katanya sampai dengan 4 hari setelah bintik2 merah hilangpun masih berpotensi menularkan. Tapi gw udah gak tahan disuruh mengeram di rumah sampai seminggu, boring abis bok! Yang serem adalah masa inkubasi virus ini antara 14-21 hari. Berarti kalaupun ada orang yang tertular gw baru akan terlihat efeknya dalam 2 minggu ke depan, hiiyy!!!

5 komentar:

  1. Kena campak!! OMG!!
    Si sharon berpotensi kena jg donk
    =(
    Anw, Get well soon yach =)

    BalasHapus
  2. sistem penulisannya udah kayak kronologi pembunuhannya rian wkwk

    BalasHapus
  3. @jen:
    Thanks yah cous, hari ini udah mendingan sih. Si Sharon udah gw ungsikan dulu ke puncak biar kaga ketularan hehehe:)

    @syifa:
    Kalo biar kayak pembunuhan Ryan kayaknya mesti gw tambahin rekonstruksi kejadian juga deh hahaha:P

    BalasHapus
  4. kl di apotik ada jual obatny?

    BalasHapus
  5. Tak ada yang menyangka bahwa beberapa kesalahan bisa mengakibatkan ejakulasi dini atau impotensi. Sekedar informasi, ejakulasi dini adalah salah satu gangguan disfungsi ereksi yang membuat seorang pria tidak bisa mempertahankan penetrasi lebih lama lagi karena harus mengalami klimaks dalam waktu kurang dari 3 menit. Jika sudah seperti ini, pria yang mengalami masalah tersebut akan mulai mencari obat kuat atau viagra agar bisa lebih tahan lama saat bercinta dengan pasangannya.

    Kesalahan Besar yang Bisa Sebabkan Ejakulasi Dini

    Namun, masalah impoten tidak hanya bisa sembuh sekejap dengan obat impoten atau obat kuat pria yang banyak dijual di pasaran. Anda perlu mencari tahu terlebih dahulu mengenai kesalahan besar yang dapat menyebabkan ejakulasi dini sebelum mengonsumsi bermacam-macam obat impoten. Sebelum sibuk mencari cara tahan lama di ranjang, kenali kesalahan besar yang bisa sebabkan ejakulasi dini berikut ini.

    Permasalahan mengenai ejakulasi dini tidak hanya meliputi kemampuan penis agar lebih lama melakukan penetrasi sebelum mencapai klimaks. Kebanyakan orang sibuk menggunakan viagra agar dapat lebih tahan lama saat bersenggama. Mereka melupakan masalah sensitivitas penis.

    Tahukah Anda bahwa sensitivitas penis sangat penting agar Anda dapat merasakan sensasi yang luar biasa? Kepekaan penis memiliki kontribusi agar Anda bisa melakukan kontrol penuh terhadap ejakulasi.

    Bagian penis yang paling sensitif adalah kepala penis. Jika kepala penis ini mengalami gesekan terus menerus, maka Anda akan lebih mudah mengalami ejakulasi. Untuk mengurangi gesekan pada kepala penis, di awal penetrasi sebaiknya penis hanya masuk ke dalam vagina setengah bagian saja.

    Andrologi | Mengatasi ejakulasi dini

    Infeksi saluran kemih | Gangguan fungsi seksual

    Klik chat | Free chat

    BalasHapus