30 September 2008

Kick Andy Vs. Subway

Minggu lalu gw sempet liat logo Kick Andy di salah satu majalah dan gw mendadak merasa lapar. Lama sekali gw berpikir apa hubungan logo tersebut dengan rasa lapar gw. Dan akhirnya gw sadari bahwa rupanya logonya agak mirip dengan logo salah satu franchise sandwich terkenal yaitu Subway (gw sendiri emang penggemar Subway juga). Di bawah ini gw bandingkan antara logo Kick Andy dengan Subway, paling tidak ada kesamaan antara keduanya kan?^^


Mirip Kan?

28 September 2008

Dungeons & Dragons: Shadow Over Mystara

Hari ini gak tau kenapa tapi gw lagi niat untuk mengulas game2 Dungeons & Dragons (D&D). Kalau dalam posting sebelumnya gw membahas Hillsfar (game DOS zaman 80-an) maka kali ini gw akan membahas Dungeons & Dragons: Shadow Over Mystara (game arcade tahun 90-an). Game ini dibuat oleh Capcom di tahun 1996 dengan tampilan mirip campuran antara Street Fighter dan Final Fight tapi diberi bumbu D&D seperti magic dan karakter seperti elf dan dwarf. Game ini memiliki rute permainan yang bercabang dan beberapa ending.


Title Screen Dungeons & Dragons: Shadow Over Mystara

Game ini mengambil cerita setelah game sebelumnya yaitu Dungeons & Dragons: Tower of Doom. Kalau di Tower of Doom musuh utamanya adalah penyihir Deimos, maka di game ini musuh utamanya adalah penyihir Synn. Di dalam game ini kita dapat mempersenjatai karakter kita dengan berbagai senjata, perisai, dan baju zirah. Selain itu kita juga dapat mengumpulkan uang dari membunuh monster. Uang tersebut dapat kita gunakan untuk membeli item2 di kota seperti ramuan penyembuh dan senjata.


Memilih Karakter Favorit Kita

Teknik permainan ini cukup sederhana yaitu hanya menggunakan 4 tombol yaitu serang, loncat, memilih item, dan menggunakan item. Setiap karakter juga memiliki serangan spesial yang bisa melukai musuh di sekitar kita tapi dalam waktu yang bersamaan juga mengurangi energi kita (seperti dalam Final Fight). Raja2 dalam game ini juga bervariatif dari kalajengking, burung, naga, hingga penyihir. Bahkan raja terakhir dari Tower of Doom juga tampil dalam game ini. Yang jelas gw dulu juga gak tau udah menghabiskan berapa banyak koin untuk menamatkan game ini.


Tampilan Utama Dalam Permainan

Hillsfar

Kali ini gw akan membahas salah satu game Advanced Dungeons & Dragons (AD&D) yang termasuk cukup populer di tahun 80-an yaitu Hillsfar. Kawan2 yang termasuk dalam kategori gamer zaman dulu pasti kenal dengan AD&D dong. Kalau bagi para gamer yang lebih modern mungkin mengenali AD&D dari seri Baldur's Gate atau Neverwinter Nights. Hillsfar ini dibuat di tahun 1989 oleh Strategic Simulations, Inc (SSI) dan dikeluarkan dalam beberapa versi antara lain DOS, Atari ST, & Commodore 64.


Opening Title Hillsfar


Gameplay dalam game ini cukup menarik untuk zaman 80-an karena tidak linear (tidak harus mengikuti alur yang sudah ditentukan). Kita memulai game dengan membuat karakter lengkap dengan statistiknya seperti kekuatan, kepintaran, kelincahan, dsb. Perbedaan utama game ini dengan game AD&D lainnya adalah di Hillsfar kita hanya memiliki 1 karakter (tidak seperti di Baldur's Gate yang bisa memiliki hingga 6 karakter). Setelah itu kita bebas menjelajahi berbagai kota dalam setting AD&D dengan Hillsfar sebagai kota utamanya.


Peta Kota Hillsfar


Di dalam kota kita bisa melakukan banyak hal antara lain bertarung di arena, ikut lomba memanah, memasuki rumah2 untuk mencuri, dll. Di samping hal2 tersebut yang menjadi tujuan utama kita adalah menyelesaikan misi yang diberikan oleh perkumpulan jagoan (job kita menentukan jenis misi yang kita dapatkan, misalnya misi penyihir berbeda dengan misi pencuri). Kalo kasus gw sih seringnya mati di arena karena sering tertangkap waktu mencuri di rumah2 dan hukumannya dijebloskan ke arena. Tapi secara keseluruhan gw sangat enjoy memainkan game ini.


Tampilan Dalam Kota

21 September 2008

Seri TV Baru

Akhirnya setelah aksi mogok yang dilakukan oleh Writers Guild of America (WGA) berakhir maka film2 seri TV yang bagus akan mulai musim tayang baru di September ini. Sebenernya sumber dari demo WGA ini berasal dari masalah royalti yang diterima oleh para penulis skenario. Royalti yang dimaksud di sini adalah royalti dari hasil penjualan DVD yang disepakati pada tahun 1988 dulu adalah sebesar 0,3-0,36% dari total penjualan DVD. Nah di tahun 1988 dulu penjualan home movie (dulu hanya ada dalam format video, DVD belum lahir) hanya merupakan sebagian kecil dari total omset penjualan suatu film. Begitu memasuki era tahun 2000-an, ternyata home movie merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar dari studio film. Nah para penulis skenario juga nggak mau ketinggalan dong, masak studio untung besar tapi royalti mereka hanya mentok di 0,36%? Mereka akhirnya protes dengan permintaan agar royalti dinaikkan menjadi 0,6%. Setelah sekitar 3 bulan mogok kerja akhirnya tercapai juga kesepakatan antara WGA dan studio film besar di antaranya meliputi CBS, Disney, Fox, MGM, NBC, Paramount, Sony, dan Warner Bros. (sumber artikel: Wikipedia)


Ternyata Demo Di Amrik Rame Juga Yah^^

Nah efek dari mogoknya WGA ini lumayan terasa kalau kita suka nonton film seri TV Amrik. Bagi gw pribadi yang paling terasa adalah season ke-2 seri Heroes yang tadinya mestinya tayang 24 episode menjadi hanya 11 dan jalan ceritanya dipercepat. Selain itu seri Terminator: The Sarah Connor Chronicles yang tadinya ada 13 episode menjadi hanya 9 episode. Sebenarnya masih banyak serial TV yang terkena imbas WGA strike ini. Tapi dengan berakhirnya WGA strike maka di bulan September ini kita bakal bisa menikmati musim baru seri TV yang keren2.


Fringe (X-Files Masa Kini)

Seri TV baru yang ngetop banget saat ini adalah Fringe. Seri ini dibuat oleh J. J. Abrams (tahu dong seri TV Lost sama Alias?). Fringe ini jalan ceritanya mirip X-Files dicampur Twilight Zone (pernah nonton kan waktu dulu?). Menurut rumor sih, pilot episodenya dibuat dengan biaya US$10 juta. Gw udah nonton sampe episode 2 sih (next episode hari Selasa depan) dan memang gw akui cukup seru. Aktor yang terlibat dalam Fringe ini adalah Joshua Jackson (masih inget Pacey dari Dawson's Creek kan?).


Akhirnya Heroes Season Ke-3 Akan Mulai Tayang!!!

Berikutnya yang sudah gw tunggu2 sejak beberapa bulan yang lalu vakum (sampe bosen juga nungguinnya) adalah Heroes season ke-3. Trailernya sih udah bisa diliat di YouTube. Keliatannya bakal seru dan ada beberapa karakter baru. Menurut info sih pilot episode untuk season 3 ini running time-nya langsung 2 jam untuk memuaskan dahaga para fans Heroes:)


Mau Dong Punya Terminator Sexy Kayak Gini^^

Yang ketiga adalah Terminator: The Sarah Connor Chronicles yang sudah memasuki season ke-2. Setelah season pertama yang menurut gw cukup bagus (gak bagus2 amat sih), akhirnya di season kedua ini plotnya makin berkembang. Gw penasaran apakah nanti akhirnya John Connor bakalan demen sama Cameron Phillips (terminator terbaru dan pertama yang bisa meniru sifat manusia dan mengonsumsi makanan).


Chuck, Jagoan Yang Super Culun

Terakhir adalah Chuck (di Indo seri ini ngetop gak sih?). Chuck ini adalah orang biasa (kerjaannya cuman salesman toko model Ace Hardware gitulah) yang pada suatu hari dikirimi email berisi data rahasia FBI & CIA yang di-encode dalam bentuk gambar. Alhasil, semua rahasia itu tertanam di otak Chuck dan dia mendadak menjadi orang yang sangat penting bagi FBI & CIA (wong semua rahasia mereka tersimpan di otak dia). Untuk menjaga agar rahasia itu tidak jatuh ke tangan musuh maka dikirimlah secret agent yang cantik & sexy (tampangnya kalau sekilas kok mirip Agnes Monica tapi versi bule). Season kedua Chuck ini akan dimulai minggu depan, can't wait!!!:)

Civilization

Civilization... Game yang dikenal baik oleh gamer generasi dulu maupun generasi sekarang. Game ini pertama kali dibuat di tahun 1991 oleh salah satu dewa game yaitu Sid Meier. Hingga saat ini Civilization telah dibuat hingga lebih dari 4 sekuel (yang terbaru adalah Civilization Revolution untuk versi console seperti Xbox 360 & PS3 yang dibuat tahun 2008).


Opening Title Screen

Gameplay Civilization ini modelnya adalah turn-based strategy (jadi bukan real-time). Timeline dalam game ini dimulai pada tahun 4000BC. Tujuan akhir game ini ada beberapa kondisi antara lain hancurkan musuh lain atau menjadi orang pertama yang berhasil melakukan ekspedisi ke Alpha Centauri (tata surya paling dekat dengan solar system). Di dalam game ini banyak sekali aspek yang dapat kita atur antara lain ekonomi, militer, diplomasi, riset ilmu, serta pengembangan wilayah kita. Sewaktu mulai bermain kita hanya memiliki unit settler (diterjemahkan artinya adalah pemukim) yang tujuannya hanya bisa membentuk kota baru. Dari kota tersebut kita mulai membuat tentara untuk menjelajahi wilayah yang masih gelap (ada fog of war) dan menemukan kota2 yang baru.


Tampilan Utama Civilization

Aspek yang menarik dari game ini adalah riset ilmu. Dengan riset ini kita bisa memilih pengetahuan apa yang ingin kita kembangkan. Pilihannya berkisar dari Alphabet, Wheel, Bronze Working hingga Nuclear Fission & Spaceflight. Seiring dengan makin berkembangnya pengetahuan kita maka option dalam permainan akan semakin banyak (misalnya dengan mengetahui Bronze Working maka kita dapat membuat pasukan yang lebih kuat). Kita juga bisa membangun 7 keajaiban dunia yang masing2 membawa nilai plus berbeda bagi negara kita. Di samping itu, kita juga dapat meningkatkan kualitas dari kota kita dengan mengadakan irigasi, membuat jalan, dsb. Game ini terkenal dengan daya tariknya yang membuat kita selalu berkata "one more turn" maksudnya satu putaran lagi karena selalu ada hal baru yang kita nanti2-kan sehingga ujung2nya kita tidak bisa berhenti bermain.


Penemuan Huruf Pertama Kalinya^^

20 September 2008

Space Harrier

Para gamer yang saat ini berumur sekitar 30 tahun pasti kenal dong dengan yang namanya Space Harrier? Game ini dibuat oleh Sega di tahun 1985. Gw dulu waktu SD sampe sering bolos les karena kabur ke arcade deket tempat les^^ Inget banget dulu sebelum pergi les pasti ngumpulin koin cepek-an. Dan yang paling menarik saat itu adalah bahwa game Space Harrier ini tidak menggunakan arcade cabinet seperti biasa tapi bentuknya seperti simulator pesawat terbang (kita pun serasa ikut terbang karena simulatornya bergerak mengikuti arah gerakan stick kita). Kontrolnya pun bukan menggunakan joystick biasa, tapi bentuknya menyamai fighter pilot stick. Pokoknya tidak bisa dideskripsikan dengan kata2, harus dicoba!


Opening Title Screen


Salah satu fitur yang menakjubkan untuk ukuran zaman dulu adalah game ini ada speech-nya lho, meskipun cuma ada 2 kalimat yaitu "Welcome to the Fantasy Zone, get ready!" (waktu start game) dan "You're doing great!" (waktu ngalahin raja). Total game ini ada 18 stage dan 2 dari 18 stage itu merupakan bonus stage di mana kita menunggangi naga dan menghancurkan bonus item dalam waktu yang ditentukan. Yang paling seru adalah stage terakhir di mana kita melawan lagi semua raja yang ada. Game ini bisa dibilang merupakan coin eater karena kalau kita tidak cukup mahir maka bisa2 kita habis ber-koin2 untuk menamatkan game ini. Gw masih inget dulu lumayan sering show off di depan para pengunjung arcade dengan menamatkan Space Harrier cuma dengan 1 koin (seeing their faces after I finished the game is priceless hahaha).


Raja Stage Pertama



Oh ya, Space Harrier ini juga bisa dimainkan di dalam mini game yang ada di game Shenmue. Gw dulu main Shenmue tujuannya hanya untuk memainkan game ini^^

Gelar Dulu Atau Kerja Dulu?

Kawan2 sekalian pasti pernah dong membaca iklan salah satu produk rokok yang bunyinya: "Daripada gak dapet-dapet kerja, mending gak dapet-dapet gelar." Lalu di bawahnya ada 2 pilihan yaitu "Gelar dulu" dan "Kerja dulu". Menurut gw iklan ini sangat menarik untuk dibahas. Kalau di-pikir2 awalnya mungkin lebih baik pilih "Kerja dulu" daripada "Gelar dulu". Tapi setelah gw pikir beberapa kali mungkin pilihan "Gelar dulu" juga cukup make sense. Mengapa demikian?

Di masa sekarang kalau kita tanya ke orang2 mungkin mereka akan mengatakan "yang penting dapet kerjaan dulu". Koran2 menulis bahwa pengangguran membludak di mana2. Saya sendiri juga melihat banyak sekali orang yang sudah lulus tapi masih pengangguran. Padahal dilihat dari sisi employer (pemberi kerja) banyak dari mereka yang kekurangan tenaga kerja. Lho kok? Saya sempat diskusi dengan beberapa employer untuk membahas hal ini. Jawaban mereka semua sama: para employer membutuhkan tenaga kerja yang terdidik/terlatih dengan latar belakang kompetensi yang sesuai dengan posisinya. Dan yang digarisbawahi dalam pernyataan ini adalah "kompetensi".

Sekarang ini perguruan tinggi (PT) menjamur di mana2 (sampai ada yang berbentuk ruko sekalipun). Namun semua PT itu menawarkan program studi yang bisa dibilang hampir sama (Manajemen, Akuntansi, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Hukum, dsb) tanpa spesialisasi yang jelas. Padahal yang dibutuhkan oleh employer tidaklah sesederhana itu. Yang dibutuhkan saat ini adalah program studi yang lebih bersifat terapan (bisa diaplikasikan langsung di dunia kerja). Hal ini yang saat ini gw rasa masih minim sekali di Indonesia. Wong materi kuliah saja bisa dipakai ber-ulang2 sampai lebih dari 5 atau bahkan 10 tahun tanpa di-update dan seringkali sudah ketinggalan zaman.

Berbeda dengan di luar negeri (gw ambil contoh Australia karena gw pernah kuliah di sana). Di sana jangankan materi kuliah, mata kuliahnya saja kadang2 bisa berbeda antara semester ini dan semester lalu padahal jurusannya sama lho). Karena mayoritas PT di sana selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dengan permintaan dunia kerja akan kompetensi yang dibutuhkan. Cara mengajar juga berbeda, kalau di sini kita kebanyakan dijejali oleh teori dari textbook, sedangkan di sana kita lebih banyak membahas teori dengan studi kasus.

Selain itu, program studi yang ditawarkan juga lebih banyak yang bersifat terapan, misalnya di jurusan manajemen ada manajemen perbankan, manajemen logistik, manajemen agribisnis, manajemen e-commerce, manajemen pemasaran, dll. Ini bukan berarti gw bilang pendidikan dalam negeri lebih jelek daripada Australia (gw sendiri lulusan S1 Universitas Atmajaya). Tapi yang jelas adalah pendidikan di sana lebih memfokuskan diri pada keahlian tertentu. Ibaratnya kalau mau menjadi specialist kuliah saja di Australia, tapi kalau mau menjadi "jack of all trades" (multiple proficiencies, but master of none) maka kuliahlah di Indonesia. Lebih bagus menjadi specialist atau jack of all trades? Jawabannya, tergantung. Yang pasti jack of all trades lebih bisa survive menghadapi perubahan ibarat bunglon yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Specialist akan lebih sukses di dunia kerja profesional di mana tatanan lapangan pekerjaan sudah tertata dengan sempurna (misalnya perusahaan multinasional).

Lalu bagaimana dengan kisah sukses pengusaha yang berhasil meskipun tidak memiliki gelar (ada yang mungkin hanya lulusan SD atau bahkan tidak sekolah sama sekali)? Gw pernah membaca artikel yang mengatakan bahwa kunci kesuksesan seseorang tidak hanya tergantung dari keahlian, kepintaran, dan keberuntungannya tapi juga tergantung pada zamannya. Sebagai contoh katakan si A adalah seorang pebisnis yang sukses yang memulai karirnya di tahun 80-an. Nah, mungkin kalau si A memulai karirnya di tahun 2000-an seperti saat ini, bisa jadi ceritanya akan berbeda sama sekali. Mengapa? Karena banyak faktor eksternal yang membedakan misalnya:

  • Iklim dunia usaha yang berbeda (dulu lebih mudah mendapat kredit investasi, sekarang jauh lebih sulit)
  • Persaingan di pasar yang berbeda (dulu belum ada saingan, sekarang apa2 serba copy-paste alias banyak imitasinya)
  • Suasana politik yang berbeda (banyak bisnis yang terkait dengan politik)
  • Perbedaan peraturan pemerintah (apalagi dengan maraknya otonomi daerah)
  • Sekarang semakin banyak orang bertitel yang pintar & ulet
Jadi kesimpulannya adalah bahwa di zaman yang penuh tantangan seperti sekarang ini kalau memang kita memiliki kemampuan finansial untuk kuliah, maka kuliahlah. Tapi dengan tujuan utama bukan untuk mendapatkan gelar, tetapi lebih untuk memperkaya diri dengan ilmu (gelar hanyalah pelengkap belaka). Gw yakin sebagian besar (bukan berarti semua) orang yang berpendidikan lebih tinggi pada umumnya memiliki kesempatan untuk sukses lebih tinggi dibandingkan yang berpendidikan lebih rendah.

So, kembali ke topik awal, pilihannya "Gelar dulu" atau "Kerja dulu"? Kalau gw bikin pilihan baru yaitu "Perkaya ilmu dulu, baru kerja".

Digger

Siapa sih yang nggak kenal Digger? Game yang dibuat oleh Windmill di tahun 1983 pasti mendapat tempat di hati para gamer tahun 80-an. Gw sendiri mulai main game ini waktu pertama kali cobain IBM PC XT di tahun 1985. Yang namanya PC XT itu dulu speednya cuma 4,7 MHz, bandingkan coba dengan PC zaman sekarang yang rata2 speednya sudah 2 GHz. Waktu itupun OS yang gw pake masih PC-DOS v3.1 kalo gak salah. Game ini bisa di-download di sini.


Opening Title Digger

Gameplay Digger ini sangat sederhana. Tujuan utama kita adalah menghabiskan berlian yang ada atau menghabiskan semua musuh di level tersebut. Sebagai digger kita bisa menggali terowongan. Selain berlian juga ada kantong uang yang bisa kita gunakan sebagai senjata untuk menimpa monster. Monster biasanya muncul dari bagian ujung kanan atas. Monster ini sendiri ada 2 jenis. Yang pertama adalah Nobbin yang hanya bergerak di terowongan yang sudah ada. Jenis kedua adalah Hobbin yang muncul apabila 2 Nobbin berpapasan dan saling bertemu. Hobbin ini gerakannya lebih pintar dan bisa menggali terowongan dan memakan berlian dan kantong uang. Digger juga dapat menembak (dengan tombol F1) tapi membutuhkan waktu beberapa detik untuk bisa menembak lagi.


Gameplay Digger (Perhatikan Glitch Di Monster)

Dulu Digger ini sempat menjadi primadona gamer. Bahkan di Glodok sempat ada turnamen Digger yang berhadiah 1 set komputer! Digger ini juga bisa kita edit levelnya dengan menggunakan text editor sederhana (bahkan nama2 monster juga bisa edit). Overall, game ini cukup addictive dan direkomendasikan bagi gamer yang belum pernah mencoba.

19 September 2008

Wing Commander

Wing Commander (WC) ini merupakan game space-sim yang paling banyak gw mainkan di tahun 90-an. Bermula dengan WC seri pertama (gw dulu beli di Pasaraya Blok M), game ini memiliki beberapa sekuel yaitu Wing Commander II: Vengeance of the Kilrathi, Wing Commander III: Heart of the Tiger, Wing Commander IV: Price of Freedom, dan Wing Commander: Prophecy. Selain itu, game ini juga memiliki beberapa spin-off yaitu Wing Commander Academy, Wing Commander Armada, dan Privateer. WC ini dibuat oleh Chris Roberts (you were my '90s idol, Chris!) dan di-publish oleh Origin Systems (sama dengan Ultima).


Opening Title Wing Commander

Yang unik dari WC ini pada masa itu adalah game ini tidak melulu space combat yang asal tembak saja tapi game ini memiliki jalan cerita yang menarik di samping soundtrack yang oke banget. Tapi seperti kebanyakan interactive game lainnya, menjelang WC III gameplay-nya mulai berkurang (don't get me wrong though, I still consider WC III as the best sequel in the series), kelihatannya mereka lebih memfokuskan diri pada interactive movie-nya (WC III menggunakan aktor sungguhan dengan Mark Hamill sebagai jagoan utama). Jalan permainan seri WC ini pada umumnya sama. Kita memulai permainan di kapal induk, bicara dengan semua karakter yang bisa diklik (biasanya ada cutscene untuk advancing the plot), lalu mission briefing (di WC III dan seterusnya kita bisa memilih senjata untuk misi tersebut), pergi bertempur, pulang mission debriefing (another cutscene), balik ke kapal induk, rinse & repeat, ad infinitum...


Di Dalam Bar Kapal Induk

Musuh utama dalam seri WC adalah Kilrathi yang bentuknya menyerupai harimau tapi dengan tubuh seperti manusia. Bentuk pesawat mereka pun aneh karena tidak ada yang simetris. Pesawat kita sendiri dalam WC I ini ada 4 macam yaitu Hornet, Scimitar, Raptor, & Rapier. Kita diberikan pesawat yang lebih bagus berdasarkan performance kita dalam misi (biasanya kalo gw dapet Rapier maka performance di misi berikutnya gw perburuk agar turun lagi ke Raptor, soalnya armor Raptor lebih kuat sih^^). Misi dalam WC sendiri dibagi menjadi beberapa ranting, jadi kalau kita gagal di satu misi tidak langsung game over tapi bisa diperbaiki di misi berikutnya. Namun jika gagal beberapa kali ber-turut2 baru game over.


Kokpit Hornet

SCUMMVM (Emulator Buat LucasArts)

SCUMMVM merupakan emulator untuk memainkan game2 buatan LucasArts (itu loh, perusahaannya Oom George Lucas) seperti Indiana Jones dan Monkey Island. SCUMM sendiri merupakan singkatan dari Script Creation Utility for Maniac Mansion, suatu gabungan antara game engine dengan scripting language. Maniac Mansion sendiri merupakan salah satu game pertama yang dibuat oleh LucasArts di tahun 1987. Jadi SCUMMVM adalah suatu virtual engine untuk menjalankan game2 yang dibuat dengan SCUMM.


Tampilan Utama SCUMMVM

Game2 SCUMM yang terkenal antara lain Maniac Mansion, Loom, Indiana Jones, Monkey Island, Day of the Tentacle, Sam & Max, Full Throttle, & The Dig (satu2-nya game yang dibuat oleh Steven Spielberg). Selain game SCUMM, SCUMMVM juga dapat menjalankan game lama Sierra yang dibuat dengan bahasa pemrograman AGI (Adventure Game Interpreter) seperti King's Quest, Police Quest, dan Space Quest. SCUMMVM sudah di-port ke berbagai platform antara lain Windows, Mac OS X, Linux, hingga Sony PSP (baca beberapa posting sebelumnya) & Nintendo Wii!


Opening Screen Monkey Island

SCUMMVM sendiri dapat di-download di sini. Cara menginstalnya pun tidak sulit. Cukup jalankan program Setup, klik Next Next Next sampai selesai. Setelah itu tentunya kita membutuhkan file2 game yang ingin dimainkan. File2 tersebut kita taruh di folder (satu folder per game) dan di menu SCUMMVM kita pilih Add Game lalu point file location ke folder yang telah kita buat tadi.


Gameplay Screen Indiana Jones

15 September 2008

Sakit Campak!!

Udah lebih dari seminggu gw gak posting apa2 karena gw sakit campak sejak Rabu (10/9) yang lalu. Banyak juga yang gak sangka kok udah setua gini masih bisa kena campak. Padahal dulu gw sendiri ngerasa bahwa udah pernah kena campak pas umur 5 tahun. Tapi setelah gw cari2 info di web ternyata yang dulu itu adalah Rubella atau campak Jerman. Yang kali ini adalah campak biasa atau Rubeola (nah lho namanya mirip juga yah). Efeknya sih katanya hampir sama yaitu bercak2 merah di kulit. Bedanya adalah kalau di Rubella kulit kita tidak terlalu gatal/sakit, kalau Rubeola lebih gatal & bisa sakit. Demam di Rubella juga tidak tinggi (paling di bawah 38 Celcius), kalau di Rubeola bisa sampai 40 Celcius! Selain itu juga di Rubella bintik2-nya cuma sekitar 3-4 hari, sedangkan di Rubeola bisa sampai seminggu lebih.

Kronologis kejadiannya sbb:

  • Selasa (9/9): Pulang kantor dalam keadaan agak teler karena mulai demam dan rasanya kayak masuk angin. Malemnya minta dikerokin ama istri, after that agak mendingan dikit deh.
  • Rabu (10/9): Pagi mulai demam lagi, langsung tahan pakai Panadol. Sore mulai keluar bintik2 merah di muka ama leher. Malam periksa ke dokter sekalian cek darah (takutnya kena DBD), dokter bilang mungkin campak Jerman.
  • Kamis (11/9): Semua bintik2 merah turun & nyebar ke badan (tangan & kaki belum). Malam sempet demam sampai 38 Celcius.
  • Jumat (12/9): Hari yang paling menderita. Semua sendi rasanya mau copot, kulit kalau tergores rasanya sakit (tiduran pun serba salah, mau hadap kiri kanan sakit semua), dan badan rasanya gatal2 (lagi2 kalau digaruk jadi sakit juga). Di malam hari gw cuma tidur 3 jam karena panas sampai hampir 39 Celcius (itupun udah gw tahan pake Panadol 2 butir).
  • Sabtu (13/9): Hari ini agak mendingan karena bintik2-nya mulai turun ke tangan dan kaki. Demam juga udah turun dari 38 Celcius. Gatal sih tetep sama aja.
  • Minggu (14/9): Much better!!! Bintiknya tinggal di lengan sama paha ke bawah. Udah gak demam lagi. Gatal masih ada tapi udah nggak separah kemaren2.
  • Senin (15/9): Tinggal telapak tangan & tapak kaki aja. Temperatur dah balik normal. Gatal2 hampir hilang. Yang rese sekarang justru sakit tenggorokan & bibir pecah2 karena beberapa hari yang lalu panas dalam.
If all goes well, mungkin gw hari Rabu baru masuk kantor. Kalau dibaca di Internet sih katanya sampai dengan 4 hari setelah bintik2 merah hilangpun masih berpotensi menularkan. Tapi gw udah gak tahan disuruh mengeram di rumah sampai seminggu, boring abis bok! Yang serem adalah masa inkubasi virus ini antara 14-21 hari. Berarti kalaupun ada orang yang tertular gw baru akan terlihat efeknya dalam 2 minggu ke depan, hiiyy!!!

07 September 2008

Ultima IV: Quest of the Avatar

Udah seminggu gw gak sempet review any game gara2 kerjaan kantor yang super numpuk. Kali ini gw bahas tentang Ultima episode ke-4. Alasan gw bahas episode ini karena merupakan game Ultima yang pertama kali gw mainkan. Ultima di-design oleh Richard Garriott (game dalam franchise ini yang terkenal hingga sekarang adalah Ultima Online) dan merupakan salah satu game andalan Origin Systems di sekitar tahun 80 hingga awal 90-an. Episode 4 ini pertama di-release pada tahun 1985 di komputer Apple. Gw sendiri main game ini di komputer Apple pada tahun 1986 (waktu itu masih sama sekali ngga ngerti cara mainnya).


Opening Screen Ultima IV


Tujuan akhir kita dalam game ini adalah mendapatkan buku pengetahuan yang disebut Codex of Ultimate Wisdom. Kita dapat membuat karakter dalam game ini sesuai dengan nilai2 kemanusiaan yang kita pilih antara lain Honesty (kejujuran), Compassion (cinta sesama), Valor (keberanian), Justice (keadilan), Sacrifice (pengorbanan), Honor (kehormatan), Spirituality (keagamaan), dan Humility (kerendahan hati). Pilihan gw sendiri sih biasanya condong ke arah humility.


Character Creation Screen


Tampilan grafis game ini sangat sederhana, bahkan untuk ukuran tahun 80-an sekalipun. View game ini dilihat dari atas dan gerakan kita terbatas pada 4 arah mata angin (tidak bisa diagonal). Begitupun kalau kita masuk ke kota maupun dalam pertempuran, semua gerakan dalam game ini bersifat turn-based. Perintah yang bisa kita input ada 26 perintah (sejumlah huruf alfabet dari A-Z). Misalnya kita hendak membuka pintu menggunakan tombol O (Open), serang dengan A (Attack), keluar dengan X (Xit, rada maksa yah?), melihat status kita dengan Z (Ztatus, kalo yang ini sih maksa banget). Salah satu keunikan game ini adalah magic, di mana kita harus membeli bahan2 (antara lain ginseng, garlic, dll) untuk meramu dan kita harus mengingat mantera2 dengan bahasa Ultima.


Tampilan Utama Dalam Game


Combat Screen